Ilustrasi. NUSWANTARA COM - Barang-barang bekas di rumah seringkali berakhir di tempat sampah. Walau
mungkin sempat terpikir untuk memanfaatkannya, tapi jadi apa?
Beberapa
ide di bawah ini mungkin bisa jadi inspirasi dalam mengolah
barang-barang bekas tersebut. Tidak perlu menjadi seorang seniman
profesional untuk membuat barang-barang dibawah ini.
1. Vas Bohlam
Masih memakai bohlam untuk menerangi rumah Anda? Segera ganti dengan
lampu hemat energi yang lebih terang dan bersahabat dengan rekening
tagihan anda.
Selanjutnya ubah bolam bekas anda menjadi sebuah
vas bunga seperti pada gambar di bawah. Cukup mudah namun tampak
berkelas bukan?
2. Lampu Sendok Plastik
Desainer yang pertama menciptakan lampu unik ini bernama Yaroslav
Olenev. Ide lampu yang terbuat dari sendok plastik dan sebuah botol
minuman plastik ini memenangkan penghargaan pada nominasi "Desain dan
Ekologi" yang diselenggarakan oleh majalah "FutureNow" pada tahun 2010.
Untuk
membuat lampu ini, Anda membutuhkan botol minuman plastik, ratusan
sendok plastik, lem tembak, cutter, tang potong, lampu hemat energi dan
beberapa meter kabel sesuai keperluan.
3. Wall Art Gulungan Tisu Toilet
Anda pecinta seni, namun keuangan Anda saat ini belum mendukung untuk
membeli wall art yang harganya selangit? Tidak usah gundah, Anda bisa
membuatnya sendiri!
Siapkan gunting, lem, penjepit rambut,
pewarna metal, dan beberapa gulungan tisu toilet bekas. Lakukan
langkah-langkah seperti gambar di bawah dan Voila! Tembok rumah Anda
sekarang mempunyai Wall Art yang indah!
4. Lampu Tenaga Matahari
Lampu yang terbuat dari sebuah botol minuman plastik yang diisi penuh
dengan air ini bisa menerangi rumah, garasi, maupun gudang anda tanpa
menambah tagihan dari PLN tentunya.
Berkekuatan 55-60 watt dari
terik matahari, ide ini pertama ditemukan di Filipina dan diterapkan
untuk membantu perumahan kumuh disana.
5. Lampu Kardus Susu
Desainer Ed Chew yang berasal dari Malaysia ini berbagi ide kerennya
cara membuat lampu hias keren yang hanya terbuat dari kardus susu bekas
yang dapat Anda temui sehari-hari.
Anda dan anak Anda harus minum susu kotak dengan jumlah yang cukup banyak untuk membuat lampu ini tentunya.
6. Tas Pop Tabs
Seperti namanya, tas ini terbuat dari pop tabs (tombol pembuka pada
minuman kaleng). Siapkan tang potong, pelepas staples, kunci tua, dan
pop tabs (paling tidak anda membutuhkan ratusan untuk membuat sebuah
tas).
7. Vas dan Tempat Lilin
Dengan sebuah mangkuk bekas makanan kaleng dan beberapa penjepit untuk
jemuran, Anda bisa membuat sebuah vas untuk tanaman Anda yang terlihat
klasik dan natural.
Ditambah dengan sebuah gelas dan sebatang
lilin yang menyala di tengahnya, Anda akan merasakan suasana restoran
mahal dan makan malam romantis di meja makan Anda. NUSWANTARA COM.
"7 Strong Men", Keajaiban 7 Batu Raksasa yang Penuh Misteri dan Mitos.
NUSWANTARA COM - Menjulang keluar dari sebuah dataran tinggi di daerah terpencil di
Pegunungan Ural, formasi tujuh batu dari Manpupuner di Republik Komi ini
terselubung dalam misteri karena mereka kadang-kadang berada dalam
badai salju dan kabut.
Dikenal sebagai "7 Strong Men", menara-menara batu raksasa ini dianggap
sebagai salah satu dari tujuh keajaiban Rusia, dan penuh mistis.
Manpupuner menarik pengunjung dari seluruh negeri yang luas.
Manpupuner yang dalam bahasa Mansi berarti "Gunung kecil para dewa"
tidak banyak dikenal di luar Rusia, berdiri di daerah utara yang
terisolasi dan tidak ramah. Dan sementara sejak zaman dahulu totem batu
raksasa ini telah menjadi sumber dari segala macam mitos dan dongeng.
Informasi mengenai asal-usul mereka sebenarnya sulit didapat.
Menurut legenda lokal, pilar-pilar batu ini dulunya adalah rombongan
raksasa Samoyed yang berjalan melalui pegunungan ke Siberia untuk
menghancurkan orang-orang Vogulsky. Namun, setelah melihat gunung suci
Vogulsky, dukun dari para raksasa menjatuhkan drum-nya dan seluruh
rombongan raksasa berubah menjadi pilar-pilar batu.
Menurut salah satu sumber, awal dari keajaiban alam yang luar biasa ini
kembali ke masa 200-300 juta tahun lalu, ketika di tempat itu berdiri
sebuah gunung. Dengan berjalannya waktu, erosi yang disebabkan oleh
hujan, angin, es dan fenomena meteorologi lainnya, perlahan tapi pasti
mengikis batuan yang lebih lunak dan meninggalkan tujuh pilar yang
berdiri hingga hari ini. Hal ini masih dalam perdebatan.
Yang tak dapat disangkal dari Manpupuner adalah kesan yang mereka
berikan bagi siapa saja yang menyaksikannya secara langsung. Berdiri
sendirian di hamparan yang luas tanpa batu lainnya atau gunung yang
terlihat, obyek geologi ini luar biasa besar, jauh melebihi pengunjung
yang berdiri di sekitar mereka dan membuat megalit buatan manusia yang
paling kuno sekalipun tampak seperti lembaran yang relatif kecil
dibandingkan batu-batu ini.
Terlebih lagi, totem batu yang menjulang tinggi ini tidak hanya luar
biasa dalam hal ukuran dan lokasi mereka, tetapi juga karena bentuk
mereka yang menakjubkan dan sedikit aneh. Beberapa kolom batu ini yang
sempit di bagian dasar, dan sementara enam batu bergerombol, batu
ketujuh berdiri menyendiri atau seperti menjadi penjaga dari enam batu
lainnya, seolah-olah mengamati mereka dari jauh.
Ditambah lagi, situs Manpupuner ini terletak di lokasi yang sulit
dijangkau, sampai ke kaki mereka saja sudah cukup menantang. Lingkungan
yang keras dari situs misterius ini ditambah badai salju yang selalu
mengamuk di musim dingin, cukup mengurungkan niat para pelancong yang
kurang punya keberanian diatas rata-rata.
Pendek kata, bagi mereka yang berani mendaki elemen dari pegunungan Ural
bagian utara, Manpupuner adalah hadiah spektakuler yang menunggu.
Wisatawan yang berkunjung kesana dapat menikmati pemandangan dunia yang
sama sekali berbeda dan merasakan bagaimana rasanya berjalan di antara
para 'Raksasa'. ......NUSWANTARA COM .
Dar al-Hajar: Istana Ini Berdiri di Atas Sebuah Batu Besar.
Ilustrasi.
NUSWANTARA COM - Bertengger di atas puncak batu di Wadi (lembah) Dhahr yang terkenal,
sekitar 15 km dari ibukota Yaman, Sana'a, adalah Dar al-Hajar, lebih
dikenal sebagai Istana Batu sang Imam. Ini adalah simbol ikon Yaman,
yang fotonya dapat Anda temukan di kartu pos, majalah hingga botol
minuman.
- Apa yang membuat bangunan ini begitu menarik adalah mungkin karena
bangunan ini adalah contoh khas arsitektur Yaman. Tampaknya tumbuh
keluar dari bebatuan tempatnya dibangun, dan memiliki karakteristik
lukisan jendela dan tepi. Selain itu, ia berdiri sendirian di sebuah
oase hijau dan tenang, yang merupakan wadi.
Dahulu, Yaman tidak memiliki raja atau presiden. Sebaliknya,
kepemimpinan negara terletak di pundak seorang Imam (pemimpin spiritual
Islam). Yahya Muhammad Hamiddin (1869-1948) menjadi Imam dari Zaydis
(sebuah sekte agama Islam) setelah kematian ayahnya pada tahun 1904,
kemudian menjadi Imam Yaman pada tahun 1918 sampai ia terbunuh pada
1948.
Istana ini dibangun pada tahun 1930 oleh Imam Yahya sebagai istana musim
panas. Istana akhirnya dibuka untuk pengunjung, namun, berubah menjadi
semacam museum.
Kita dapat membeli tiket untuk masuk ke istana. Bangunan lima lantai
dengan banyak kamar dan tangga besar dan kecil yang tampaknya membawa
pengunjung berputar-putar. Ada dapur, ruang penyimpanan, ruang bagi
perempuan, ruang pertemuan untuk pejabat tinggi dan teman-teman dari
Imam Yahya.
Ada sistem untuk mendinginkan air dalam Earthware jars, kita juga dapat melihat jendela takhrim dari dekat, ada sumur yang sangat dalam.
Kelima lantai menawarkan hal-hal yang layak untuk dilihat, tetapi
berjalan-jalan di dasar bangunan adalah sama mengesankannya dan
mempertinggi kekaguman kita pada arsitektur Yaman yang menakjubkan.
Lagu yang dinyanyikan group musik Koes Plus
dengan judul Kolam Susu sepertinya selalu memberi insfirasi pada bangsa ini
untuk selalu merenungkan tanah kekayaannya. Koes Plus di dalam liriknya
mendendangkan kesuburan tanah Indonesia,
tanah yang begitu subur bak tanah Surga. Tidak ada yang salah dengan lirik
Kolam Susu, memang kenyataanya tanah Indonesia subur dan kaya akan
alamnya
“ Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan Jala
cukup menghidupimu, tiada badai tiada
topan kau temu, ikan dan udang
menghampiri dirimu”
Mungkin di masa lagu itu diciptakan oleh Koes
Plus, memang seperti itulah kondisi Indonesia. Tanahnya kaya, dan
masyarakat Indonesia
bisa menikmatinya. Bahkan begitu kayanya, sampai-sampai ikan dan udang lah yang
menghampiri kita, semuanya serba mudah karena memang begitulah gambaran
kekayaan alam Indonesia.
Akan tetapi, reff dari lirik lagu
ini, ternyata membanting atau bahkan menghancurkan lirik yang sebelumnya ia
dendangkan. Ini pandangan saya yang baru, setelah melihat fakta yang terjadi
saat ini.
“Orang
bilang tanah kita tanah syurga// tongkat kayu dan batu jadi tanaman”
Kenapa saya bilang lirik ini menjadi
pembanting untuk lirik yang sebelumnya? Sebab, ternyata kekayaan Indonesia ini
lebih diketahui oleh orang lain. Indonesia terlambat menyadari
alamnya ini sangat kaya. Sebab sudah ada orang lain (orang asing) yang lebih
mengetahui dan sekaligus mendahului mengeruknya.
Kekayaan alam Indonesia ini ternyata tidak
dinikmati oleh rakyatnya. Bahasa kasarnya, kita menjadi budak di tanah sendiri.
Belanda yang betah mengeruk Gold, harta, bangsa ini selama
bertahun-tahun di tanah air merupakan bukti kebenaran lirik lagu Koes Plus itu.
“Orang
bilang tanah kita tanah syurga.
Indonesia memang tanah surga, tapi jelas suasana surga itu bukan untuk rakyat
Indonesia.
Tapi untuk orang lain yang mengetahui kekayaan Indonesia. Yang tidak banyak
berfikir langsung mengeruknya dari bangsa ini. Sehingga bagi rakyat Indonesia,
tetap tidak bisa merasakannya seluruhnya. Seperti diplesetkan oleh Harry Roesly
: Orang bilang tanah kita tanah syurga//
tapi hasil buminya entah kemana
Lirik plesetan lagu Kolam Susu itu
melengkapi kenyataan bahwa keindahan dan kekayaan Indonesia lebih dinikmati orang lain
ketimbang rakyatnya sendiri, begitu juga fakta hokum yang terjadi saat ini. Kenapa
hal itu bisa terjadi? Harry Roesly melengkapi lirik : Negeri ini katanya negeri
hukum// tapi rakyat kecil yang selalu dihukum
Penyanyi yang memplesetkan lagu
Kolam Susu itu melihat hukum yang penuh ketimpangan, tidak bedanya dengan hukum
di zaman penjajahan, hanya berlaku untuk rakyat kecil. Apa bedanya kondisi
hukum sekarang dan hukum yang berlaku di jaman penjajahan?. Bedanya hanya
tipis, dulu pelaku hukum adalah para
penjajah, kini yang menjajah adalah bangsa kita sendiri, sangat mengerikan,
tidak pantas dan sadis, Indonesia sudah lama merdeka, tapi hukum dan rasa
keadilan sudah menginjak martabat diri, hukum hanya berlaku pada sebagian besar
rakyat kecil hingga tak berdaya, sementara mereka yang bergelimpangan harta hukum hanyalah
permainan yang bisa diperjual belikan, Sungguh ironi…....Rakyat kecil semakin terlindas
bin tertindas!
Bahkan saking mengerikan dan tidak
pantasnya hukum di negeri ini, begitu pintarnya menjungkir balikkan fakta, aturan,
undang-undang hingga memudahkan pihak asing menjarah, menikmati dan menguasai kekayaan
Alam Indonesia,
lagi-lagi sungguh ironi…. Demi menumpuk harta yang gak bakalan dibawa mati rela menjual martabat dan harga diri.
Orang bilang tanah kita tanah syurga,
seharusnya para petinggi lebih memikirkan para petani agar tanah ladangnya
tidak terbengkalai, sesungguhnya disanalah tertimbun harta yang tak ternilai
dan tak akan pernah imbas walau diterpa
krisis badai ekonomi yang melanda dunia saat ini.
Banyak para alumni lulusan perguruan tingggi dinegeri
ini merasa jijik menginjakkan kaki dihamparan ladang petani, bisanya hanya
mondar mandir dengan gaya trend masa kini, tak perduli orang tua jungkir balik
membayar kulyah dengan harga setinggi langit, alih alih malah jadi penganguran
abadi, mau dibawa kemana Negeri ini?........ KATANYA !!!!! NUSWANTARA COM.
Diskusi Buku Sewelasan Perpustakaan EAN Edisi #6 Rabu 11 Februari 2015OlehPerpustakaan EAN
•
Ilustrasi : diskusi buku.
Memasuki separuh perjalanan dibulan Februari, tepat pada tanggal
11, ada kehangatan berbeda yang terasa di Pendopo utama Rumah Maiyah
Kadipiro yang terletak di jalan Wates Gang Barokah, Bantul, Yogyakarta.
Sore hari, di ruangan terbuka yang cukup luas itu sudah nampak
tikar-tikar yang tergelar rapi, deretan meja-meja kecil yang tertata,
peralatan soundsystem yang tegak dibeberapa sudut, layar televisi yang stand by, juga
halaman depan yang bersih dan terkondisikan. Ditemani langit senja yang
permai, tak ketinggalan tampak beberapa penggiat rumah Maiyah yang
berseliweran, berbenah, dan menyiapkan diri menyambut “tamu”.
Malam itu, Perpustakaan EAN bersama aktivis Rumah Maiyah, kembali menyelenggarakan diskusi buku rutin Sewelasan edisi
#6, kali ini membedah dan mendiskusikan buku yang sudah cukup populer,
kontroversial, dan mendapat sambutan luas dari khalayak: “Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman”
karya KH. Fahmi Basya. Antusiasme masyarakat, terutama kalangan
muda-mudi terhadap tema diskusi, terasa spesial malam itu. Selepas adzan
Maghrib, satu persatu hadirin diskusi buku memasuki gerbang rumah
Maiyah dan menempatkan diri di gelaran tikar. Setelah Isya’ jamaah
diskusi terlihat mulai memenuhi pendopo, panitia memutarkan DVD
“Borobudur”, sebagai ‘hidangan pembuka’ pra-diskusi. Selain penulis buku KH. Fahmi Basya, perpustakaan EAN,
malam itu juga menghadirkan Sabrang Mowo Damar Panuluh, fisikawan dan
matematikawan muda lulusan Alberta University, Canada, yang publik tanah
air lebih mengenalnya sebagai Noe, vokalis Letto Band. Jalannya diskusi malam itu dimoderatori langsung oleh Ibu Nadlrotussariroh, kepala perpustakaan EAN Kadipiro.
Teori “Blawur-itas” Kebenaran
Pukul delapan malam, kedua pembicara dan moderator sudah siap di
tengah hadirin. Diskusi dibuka oleh Ibu Nadlrotussariroh dengan
memberikan kilasan singkat mengenai forum diskusi buku Sewelasan Perpustakaan EAN yang sudah bergulir
enam edisi dengan berbagai tema dan buku. Sekedar berbagi informasi,
beliau menyampaikan bahwa edisi bulan lalu, buku yang didiskusikan adalah Sekolah Biasa Saja karya
Toto Rahardjo. Selanjutnya, beliau menunjuk mas Sabrang MDP sebagai
pembicara pertama untuk memberikan pengantar diskusi, sekaligus
mengemukakan ulasan-ulasannya mengenai buku Borobudur Peninggalan Nabi
Sulaiman.
Sabrang menyampaikan ucapan terima kasih pada pak Fahmi Basya karena
karyanya ini merupakan pioner yang mau menembus area yang belum
terbayangkan oleh siapapun. Dalam forum diskusi malam itu, Sabrang
menegaskan bahwa yang utama dicari bukan melulu benar salah, karena
“konstruksi benar-salah” juga persoalan sendiri yang masih perlu kita
bicarakan. Buku karya Pak Fahmi ini lebih bijak dan arif apabila semua
hadirin diskusi melihatnya sebagai ijtihad untuk mencari sebuah
kebenaran. Lebih dalam lagi, Sabrang MDP memberikan pengantar diskusi
dengan memberi penjelasan elegan mengenai kebenaran dari sebuah
“kebenaran”. Dengan lincahnya pencipta lagu Sebelum Cahaya itu
mengurai dan mengorganisir cara berfikir hadirin diskusi agar mempunyai
titik pandang yang tepat, serta sikap yang proporsional terhadap tema
buku yang sedang dan akan didiskusikan bersama. Sabrang menguraikan
teori “Blawuritas Kebenaran” dengan menggunakan analogi lensa fokus kamera.
Mengenai “konstruksi-benar-salah ia mengurai: Bahwa segala
sesuatu tidak bisa hanya diringkus dalam dua kotak benar atau salah.
Realitas tidak sesederhana itu, kenyataan tidak hitam putih. Sabrang
menggunakan contoh lensa fokus sebuah kamera. Ketika kita memotret bunga
kalau lensanya tidak fokus, nanti bisa kita lihat hasilnya blawur. Tapi
hasil yang blawur itu benar atau salah? Kan hasilnya tetap
benar bahwa itu “bunga” meskipun blawur. Blawurnya sesuatu itu tidak
mempengaruhi dan mengurangi kebenaran. Tergantung informasi yang masuk
dan pemahaman kita blawur atau tidak. Karena aslinya banyak hal di dunia
ini aslinya masih berposisi blawur, bahkan pun
ilmu-ilmu pengetahuan resmi yang ada. Dalam ilmu matematika, kimia,
fisika, biologi, sosiologi apalagi ilmu sosial-antropologi dan ilmu
sejarah mempunyai tingkat keblawuran yang berbeda.
“Khusus matematika dia sangat-sangat jelas karena semua yang
dibangun adalah berdasarkan logika kebenaran yang disusun dari yang
paling kecil/paling simple. Contoh: 4×4 adalah jelas 16, karena kita
tahu bahwa terbukti 4+4+4+4=16. Jadi jelas bahwa matematika
perkembangannya berdasarkan kebenaran-kebenaran kecil untuk membuktikan
kebenaran yang lebih besar. Sedikit agak mem-blawur pada fisika karena
ia menggunakan alat logika kebenaran matematika untuk mencoba
menjelaskan konstruksi alam semesta. Sebab itulah terjadi “rumus”,
karena faktor-faktor yang ada di alam diketahui oleh fisika, misalnya tinggi,volume, kecepatan,massa etc. Jika variabel-variabelnya diketahui maka outputnya bisa diketahui. Tetapi blawuritas pasti terjadi, karena tidak mungkin dan akan sangat susah untuk mengetahui semua faktor yang ada di alam dengan
presisi yang pasti. Lebih naik lagi keblawuran pada ilmu kimia, karena
itu rumus-rumusnya tidak banyak tetapi masih menggunakan matematika.
Lebih blawur lagi adalah Biologi yang sudah tidak punya rumus, karena faktor dan variabelnya amat sangat banyak. Maka yang didapat dalam biologi bukan ilmu pasti, tetapi ilmu tendensi,trend gejalanya seperti apa, maka treatmentnya seperti ini dan seterusnya. Jadi ilmu biologi dan kedokteran itu aslinya “ilmu kiro-kiro”, tetapi perkiraan yang terpelajar: educated guess. Jadi sampai ke biologi saja semakin blawur lagi sebuah kebenaran.
Blawuritas semakin ruwet dan kompleks ketika masuk ilmu sosial dan ilmu sejarah.
Anda kemarin kentut berapa kali? Pasti susah mengetahui jawaban
pastinya kecuali dengan mengira-ngira. Tetapi kebenaran pastinya tidak
bisa dikonfirmasikan. Disinilah perlunya kita masuk “konfirmasi sejarah”
dan konsistensi dari informasi yang tersisa untuk mengkonstruksi sebuah
jalan cerita sejarah. Sebenar-benarnya cerita sejarah tidak ada yang
mampu mengkonfirmasi kepastiannya, karena kentut kita kemaren saja kita
tidak punya kepastian. Apalagi persoalan Borobudur, Nabi Sulaiman, yang
sejarahnya terjadi berpuluh dan beratus tahun yang lalu.
Selanjutnya menanggapi isi buku karya Pak Fahmi Basya, Sabrang
menyoroti 40 bukti serta argumentasi yang diajukan oleh penulis untuk
membangun kesimpulan bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman.
Bukti-bukti itu adalah: satu, Plat emas di temukan di kolam istana ratu Boko, yang merupakan bukti benda, dan untuk membuktikannya perlu melihat sendiri. Dua,Istana
yang hilang diatas ketinggian seperti surga yang hilang sisa
peninggalan Nabi Sulaiman yang diidentifikasi di Candi Boko. Hal ini
didukung penemuan bahwa di sana ada stupa Borobudur yang tertinggal di
area Candi Boko. Tiga, Sepotong stupa arupadatu sebagai bukti
pemindahan, stupa yang di Boko masih jelas reliefnya yang diborobudur
tidak jelas (blawur), meskipun masih ada penjelasan dan pembuktian lainnya seperti: erosi, tertimbun batu, terjadi gesekan dll, tetapi teori itu masuk kategoripossible.
Diskusi makin gayeng manakala secara spesifik Sabrang menyoroti bukti ke-lima: mengenai arupadatu yang berbeda dengan yang ada di Borobudur dan kecepatan pemindahan Istana ratu boko ke area Borobudur ini melebihi kecepatan cahaya. Melebihi kecepatan Cahaya inilah yang membuat insting fisikawan Sabrang melek,
karena dalam Agama Fisika, asumsi ini sudah terhitung “murtad”.
Bukti-bukti ilmiah empiris menunjukkan bahwa hingga saat ini tidak ada
benda yang mampu menandingi kecepatan Cahaya. Karena dia membutuhkan
energi yang tidak terbatas. Benda sekecil elektron. tidak bisa mengikuti
kecepatan cahaya. Hanya Foton benda tak bermasa yang merupakan benda
tercepat di alam semesta, yang mendekati kecepatan cahaya.
Selanjutnya Sabrang berbicara lincah, seperti menari-narikan wacana dan teori fisika yang kaya: tentang E=MC2, Teori Kondensasi, Absolut Nol, pendinginan Zat, Gozon,Jin Nabi Sulaiman, dkk, seolah sedang makan kacang goreng, dengan begitu ringan dan santainya, yang membuat hadirin diskusi kian mlongo.
Pembacaan dengan perspektif fisika dan matematika ini
sesungguhnya masih sangat panjang dan detil, guna mengklarifikasi dan
mengkonfirmasi tiap poin bukti-bukti yang diajukan oleh Pak Fahmi Basya
dalam bukunya. Intinya 40 pembuktian yang ada dalam buku harus kita
sikapi dengan tepat. Dengan background teori Blawuritas, konstruksi
dan struktur kebenaran, kita dapat menemukan seberapa jelas dan
seberapa blawur. Jauh lebih penting adalah buku ini membuka pintu baru
bagi generasi muda untuk melakukan riset-riset mengenai peninggalan
sejarah dan warisan peradaban Nusantara yang selama ini masih minim.
“The Borobudur Code”
Anda tentu pernah mendengar wacana wilayah Sleman, yang diidentikkan dengan Nabi Sulaiman, Wanasaba dan negeri Saba’, dan Boko dengan Ratu Bilqis, dan berbagai misteri sejarah yang lain menyangkut Pulau Jawa. Benarkah itu semua?. Sebagaimana forum-forum Maiyah
yang lain, ketika malam kian melarut dan dingin, justru saat-saat
itulah suasana pergulatan fikiran dan perenungan diskusi terasa semakin
semarak dan “panas”. Atmosfer itulah yang terasa di Sewelasan,
manakala moderator meminta KH. Fahmi Basya untuk menjelaskan dan
menceritakan penelitiannya selama 33 tahun mengenai misteri Borobudur.
Sebelum mengemukakan isi bukunya, Pak Fahmi bercerita pernah
menulis Matematika Islam di tahun 1986 dan baru tahun 2004 diterima
sebagai matapelajaran di IAIN Jakarta, dan terdaftar secara
internasional. Di Matematika Islam 3, Pak Fahmi menemukan teori piramida 23,
yang jika dilihat struktur dan susunannya di Bumi itu hanya Borobudur
yang bisa mewakili piramida 23, karena itulah saat itu keluar klaim dari
beliau bahwa Borobudur ini adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Karena di
zaman Nabi Sulaiman-lah disebutkan ada orang ahli atau berilmu kitab yang dihubungkan dengan bangunan. Hal itu menimbulkan polemik di internet, sampai akhirnya pihak penerbit buku Matematika Islam (Ufuk) meminta untuk menulis buku khusus tentang MisteriBorobudur, yang dua tahun kemudian menjadi buku: Indonesia Negeri Saba’.
Menanggapi gugatan fisika dari Sabrang MDP, Pak Fahmi mengakui bahwa
dirinya memang “murtad” dari Ilmu Fisika. Alasannya adalah: “Ketika
Rasulullah mi’raj, beliau itu
kira-kira masih berada dalam galaksi atau keluar dari galaksi? Pasti
keluar dari galaksi. Galaksi terdekat dari galaksi kita adalah galaksi Andromeda, jaraknya
2 juta tahun cahaya. Kalau Rasulullah Mi’raj melewati Andromeda dan
galaksi yang lainnya dengan menggunakan kecepatan cahaya, minimal Rasul
membutuhkan waktu 4 tahun cahaya untuk kembali ke Bumi. Tetapi tidak,
perjalanan itu ditempuh hanya dalam waktu beberapa jam waktu bumi:
“pasti Nabi Muhammad terbang dengan kecepatan yang melebihi kecepatan
cahaya, inilah alasan saya murtad dari fisika” terang Pak Fahmi.
Lalu di Matematika sendiri Pak Fahmi juga mengakui telah murtad.
Karena di matematika harus ada “rumus umum”, padahal ternyata di alam
tidak ada rumus umum, karena di alam itu rumus umum tolak ukurnya adalah
teori evolusi. Allah sendiri mengatakan: Dia menciptakan apa yang dia kehendaki. Karenanya di kimia tidak ada rumus umum. Inilah awal mula murtadnya dari matematika, dan menulis Matematika Islam.
Pak Fahmi menegaskan bahwa makin lama, makin yakin bahwa
Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Lebih menukik ke inti
pembicaraan, beliau membuka tabir rahasia yang menjadi penyebab awal
beliau menulis buku Misteri Borobudur. Yaitu sebuah penemuan “password rahasia” di arupadhatu Borobudur, yang tersusun dalam angka : 84517. Di
tahun 1979 zaman Soeharto, ketika password ini ditemukan, Pak Fahmi
pernah di penjara di LP Sukamiskin yang berdekatan dengan kamar tahanan
Soekarno, beliau bermimpi bertemu Soekarno yang mengangguk-angguk. Ini
satu kode gaib mengenai misteri Borobudur. Dengan password
84517 ini dapat membuka berangkas harta peninggalan masa silam yang
apabila salah putar atau keliru membukanya kemungkinan akan meledak.
Jadi menurut Pak Fahmi, kita merdeka 17 Agustus 1945, itu bukan asal
merdeka tetapi juga meninggalkan password 84517 supaya kita bisa membuka
warisan masa silam negeri kita. Inilah sebab mengapa dalam mimpi
Soekarno mengangguk-angguk. Jadi susunan 84517 memang keramat dan magis,
bukan susunan angka sembarangan, yang terkait misteri Borobudur. Maka
orang yang menyusun password ini sudah mampu meramalkan tanggal
kemerdekaan NKRI yang lebih hebat dari Joyoboyo. Angka 19 berhubungan
dengan jumlah huruf dalam Bismillah. Dari susunan angka
tersebut, dapat membuka kunci-kunci rahasia lain yang terpendam dibawah
Borobudur dan ini merupakan PR bagi kita semua pewaris bangsa Nusantara.
Dengan temuannya itu Pak Fahmi sebenarnya datang dengan membawa
PR-PR besar, untuk para hadirin guna menguak misteri yang masih panjang
dan rumit. Tentang korelasi penempatan letak Bismillah dalam Al
Qur’an dan korelasinya dengan stupa-stupa di Borobudur, hingga dititik
dimana Pak Fahmi menunjukkan penemuan makam Sulaiman di salah satu
Stupa. Temuan-temuan ini dikombinasikan dengan pernik-pernik bukti di
Borobudur, misal posisi sudut air, berat atom, dan hubungannya sebutan
“Tanah Air” yang lazim di tanah Nusantara, yang dikaitkan dengan
ayat-ayat Al Qur’an. Temuan-temuan yang disampaikan berhasil memancing
rasa kegelisahan dan rasa penasaran dari para hadirin diskusi. Kemudian
diungkapkan sedikitnya ada 9 alasan mengapa Pak Fahmi berani
menyimpulkan bahwa Indonesia adalah negeri Saba’. Salah satu asumsi yang
dibangun adalah mengenai sebutan “Sultan”, atau sulthon, yang sangat familiar di sekitar area Borobudur, lalu ini dihubungkan dengan kisah Nabi Sulaiman yang mengatakan pada hud-hud: awas kalau dia datangkan kepadaku dengan sulthon yang nyata. Lebih
lanjut Pak Fahmi mengurai data-data sejarah dalam Al Qur’an yang
mengindikasikan bahwa letak negeri saba’adalah di wilayah Nusantara.
Dalam ekspedisi Borobudur ke 46 kalinya, bersama anak SMP, beliau
menceritakan kalau anak-anak sekolah sudah mempercayai bahwa Borobudur
adalah peninggalan Nabi Sulaiman, melaui video di Youtube.
Malam itu, dilengkapi dengan gambar visual dan video-video, Pak
Fahmi Basya benar-benar membawa fikiran hadirin untuk pergi menziarahi
peninggalan-peninggalan Borobudur sebagai pusaka Nusantara yang amat
kaya dan masih penuh misteri. Hadirin diajak “berjalan-jalan”
mengunjungi dan menelusuri banyak temuan-temuan purbakala diantaranya: Jabal Setumbu disekitar area Borobudur dengan awan-awan yang tawaf, Batu
dan Stupa pahatan purba di area Borobudur, Koin emas Majapahit
bertuliskan Kalimat Syahadat yang disalah pahami bertuliskan huruf Cina.
Fungsi Borobudur yang bertentangan dengan tradisi peribadatan Budha
karena di Borobudur tidak ada ruang model Vihara, Tongkat dan Makam Nabi
Sulaiman, Konsep Baldhatun Tayyibatun dengan Sorga yang diidentifikasi berada di Indonesia atau tanah Nusantara, gathuk-nya
kisah di Surat Saba’ dengan fakta kehidupan negeri Nusantara. Lanskap
kosmis peta Nusantara dan dunia yang membentuk gambar manusia bersimpuh
shalat, Hubungan Al-Ikhlas dengan Sila pertama “Ketuhanan yang Maha
Esa”, Banyaknya nama Saba’ yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara,
Negeri elok gambaran Al Qur’an yang indikatif dengan kondisi negeri
Nusantara. Sangat panjang dan luas data-data pembuktian yang dikemukakan
oleh Pak Fahmi malam itu, sehingga hadirin perlu juga menelaah dan
mencermati isi buku yang ditulisnya.
“Puing-puing Fakta dan Nilai-nilai Sejarah”
Di sesi berikutnya, Ibu Nadhrotussariroh selaku moderator yang
mengawal lalu lintas diskusi membuka termin dialog dengan peserta
diskusi. Lima tanggapan dan pertanyaan muncul dari hadirin, yang saat
itu pasti penuh rasa penasaran. Hafiz dari Semarang, menceritakan pernah
mengikuti pengajian Pak Fahmi Basya sebelumnya di Gramedia Surabaya dan
menanyakan tentang kesimpulan Pak Fahmi tentang kota Ya’juj dan Ma’juj
sebagai Yogyakarta dan Mojokerto. Hubungan jewish Yahudi dengan Jawa,
juga apakah penulisan buku ini sudah didiskusikan dengan umat Budha?
Selanjutnya dari Candra yang berangkat langsung dari daerah Boko
bertanya tentang Koin Majapahit. Apakah koin itu benar peninggalan
Majapahit ataukah benar peninggalan Cina, karena sebelum Majapahit
berdiri pernah ada pasukan Cina yang menyerang Singasari. Habib dari
Ponorogo mengkonfirmasi beberapa hal, bahwa wacana umum mengatakan
Borobudur peninggalan dinasti Syailendra, tentang Shin dalam
hadist Nabi itu adalah Syailendra, bukan Cina, tentang Java tel Aviv.
Kemudian Enji dari Serang Banten menanyakan bagaimana benturan dengan
wacana-wacana khalayak tentang sejarah Borobudur, lebih lanjut tentang
teori konsistensi, dari penelitian selama 33 tahun tersebut? Muhson dari
Giwangan, mengajukan pertanyaan: dengan bukti-bukti yang dipaparkan
apakah Borobudur itu peninggalan Nabi Sulaiman, ataukah buatan umat Nabi
Sulaiman
Berbagai pertanyaan dan tanggapan yang muncul dari jamaah diskusi
nampak mencerminkan suatu kegelisahan yang sama, yakni gugatan mengenai
fakta sejarah. Apakah semua yang diceritakan oleh Pak Fahmi benar-benar
terjadi? Dan apabila itu adalah sebuah fakta sejarah, bagaimana cara
untuk mendamaikan temuan ini dengan wacana-wacana dan cerita sejarah
yang telah mapan dipercaya banyak orang, terutama dari kalangan agama
lain yang mengakuisisi Borobudur sebagai bagian dari kepercayaan
Agamanya?. Menjawab poin letak daerah Ya’juja dan Ma’juja Pak
Fahmi tidak memastikan kebenaran dari temuannya. Hanya saja ada
fakta-fakta yang indikatif yang mengarah bahwa Ya’juj adalah Yogyakarta
dan Ma’juj adalah Mojokerto. Karena “karta” berarti kota, berarti
Yogjakarta adalah kota Yogja yang identik dengan Ya’juja, dan Mojokerto
adalah kota Mojo yang kemungkinan adalah kota Ma’juja. Juga dari
cerita-cerita sejarah, dan bukti-bukti adanya pakubumi di bukit Tidar.
Pak Fahmi melanjutkan dengan memaparkan bahwa sebenarnya ada banyak
cerita rakyat di Nusantara, tetapi sayangnya tidak dengan bahasa Sains, sehingga sulit dijadikan pembuktian. Kemudian mengenai Arsy ratu Boko sesuai laporan Hud-hud,
yang indikatif dengan tempat penyembahan yang ada di Kompleks Candi
Boko yang dipindah ke lokasi Borobudur. Tentang koin majapahit itu sudah
disahkan sebagai koin kerajaan Majapahit karena ada cap lambang garuda
ditengah koin.
Selanjutnya dalam pemaparannya, Pak Fahmi menceritakan
kisah-kisah yang apabila tak cermat menyimak dan mendengarnya sekilas,
nampak seolah kisah-kisah yang tak berhubungan. Beliau mengutarakan
Hubungan Nabi Daud-Syailendra (“syaila-Indera”) itu artinya adalah Raja
Gunung, dan ini berarti adalah Nabi Daud. Selanjutnya beliau memaparkan
kronologis kisah mengenai “Arsyil Adzim” kerajaan yang menjulang tinggi
keatas yang diucapkan oleh burung hud-hud. Kemudian potret kisah Ketika
Nabi Musa mendapat wahyu untuk memukulkan tongkatnya ke laut maka
terjadilah jurang yang dalam. Hingga Nabi Musa mengajak rakyat masuk
negeri “Ardhol Muqaddas” bumi yang
suci, kemudian tentang Nabi Daud dan Bani Israil dan berbagai kisah lain
yang panjang sebagai bukti bahwa Kerajaan Sulaiman ada di area pulau
Jawa.
Ikut menambahkan dan menjawab pertanyaan mengenai asal-usul bangsa
Jawa, Sabrang MDP mengungkap misteri asal-usul Siti Hajar yang akhirnya
ditemukan bahwa nama Siti Hajar cocok dengan peradaban dan kebudayaan di
Jawa. Apakah semua itu benar? Jawabnya adalah tetap “blawur”, karena
kita tidak bisa mengkonfirmasi fakta sejarah yang terputus, sehingga
kebenarannya juga tergantung “perkiraan” serta konsistensi informasi dan
teori yang ada. Kemudian tentang asal muasal bangsa Jawa yang sering
diwacanakan Cak Nun, Sabrang mengaku tidak terlalu paham juga dengan
detil-detil argumentasinya. Yang menarik adalah urusan konsistensi,
misalnya tentang dinasti syailendra dan hubungannya dengan Nabi Daud
maka itu pasti sebelum Nabi Isa dan itu pasti terjadi sebelum masehi.
Khusus mengenai password “84517”, Sabrang memperkirakan betapa
ampuh dan saktinya orang yang menyusun password tersebut karena mampu
meramalkan secara persis tahun kemerdekaan Indonesia. Itu berarti orang
ini mengerti persis tentang asal mula Masehi, tahu bahwa dalam
perjalanan masehi itu ditambahi dua bulan yakni Juli-Agustus, harus tahu
juga ada 10 hari yang dihilangkan dalam perjalanannya. Andaikan itu
benar karya Soekarno berarti Soekarno mengerti kebenaran sejarah yang
sesungguhnya, mengapa beliau menyimpannya sebagai Rahasia? Ini yang aneh
dan ganjil yang perlu diuji konsistensinya. Tentang tulisan Cina dan
Arab di Zaman Nabi Sulaiman, ini menimbulkan kecurigaan baru, bagaimana
mungkin tulisan Cina dan Arab menjadi tulisan yang populer di Jawa?
Padahal perkembangan bahasa Arab pun sangat dinamis.
“Semua data tentang Borobudur dan Nabi Sulaiman adalah hal
menarik dan menggairahkan, namun kita juga perlu menghitung dan mengatur
konsistensinya. Inilah PR kita semua. Dan untuk membuat sebuah
konstruksi sejarah baru, yang mampu melawan sejarah mainstream harus
mempunyai kejelasan dan kekonsistenan yang tidak kalah dengan konstruksi
sejarah yang ada. Teori konsistensi ini yang penting untuk kita uji
terus menerus, karena untuk membangun sejarah Nabi Sulaiman tidak bisa
dilakukan sepotong-sepotong, harus dengan view yang selengkap mungkin.” tutup Sabrang.
Menjelang tengah malam, moderator menutup diskusi dengan mengajak
para peserta diskusi untuk melanjutkan kerja penelitian yang masih
panjang ini. Dari diskusi Sewelasan malam itu pasti ada sekian banyak file-file wacana
yang akan menghuni alam fikiran hadirin yang datang. Memang bukan
“kepastian mutlak” atau faktualitas yang akan diperdebatkan dari isi
buku tersebut, apalagi buku ini mengkaji sejarah dan peradaban manusia
masa silam. Sampai kapanpun tak akan kita peroleh data yangfixed dan “pasti benar” mengenai situasi sejarah yang telah terjadi di era yang sekian lama berlalu.
Perpustakaan EAN menyelenggarakan Diskusi Buku rutin setiap
bulan, selain menciptakan tradisi kebaikan mendiskusikan buku juga
membudayakan Diskusi Buku ditengah maraknya E-Book, juga berkurangnya
minat membaca buku dan kunjungan keberbagai perpustakaan.
Ke #6 edisi Diskusi Buku yang telah terselenggara lebih merupakan pintu pembuka, dan
“benih” awal dari tanaman ilmu pengetahuan yang memerlukan telaah yang
sangat panjang. Sepeti halnya diskusi malam itu, sebungkus oleh-oleh
penting dari sebuah kajian sejarah Borobudur, memang bukan terutama
kebenaran pasti dari sebuah kejadian masa silam, melainkan “Ibrah” , values,
nilai luhur sejarah, dari kebesaran dan kejayaan Nusantara. Setidaknya
itu yang dapat dibawa pulang sebagai bahan belajar dan renungan, di
tengah padatnya lalu lintas kehidupan.
Kebenaranya hanya Tuhan yg Maha Tau Segalanya
DI KUTIP LANGSUNG DARI SUMBERNYA DISKUSI BUKU SEWELASAN PERPUSTAKAAN EAN :Edisi #6 Rabu 11 Februari 2015
NUSWANTARA COM - Seorang office boy (OB) suatu hari sedang
membersihkan lantai di belakang kursi Direktur. Saat itu sang direktur
sedang duduk di kursinya mengerjakan sesuatu yang kelihatan sangat
penting di depan komputernya. Saking sibuknya sang direktur
berkonsentrasi ke komputer, ia tidak menyadari si office boy mengintip
dari pundaknya apa yang sedang ia kerjakan.
Beberapa menit
kemudian, di ruang office boy, ia mengatakan kepada rekannya yang lain,
bahwa ia tadi sempat mengintip sang boss mengetikkan password-nya! Ia
melihat huruf demi huruf! Ia pun tegang karena mungkin merupakan
satu-satunya yang tahu password orang nomor satu di perusahaan itu!
Kabar
angin pun beredar beberapa hari kemudian, dan seorang staf IT yang
ingin masuk lewat jaringan ke komputer sang boss untuk mengetahui
rahasia perusahaan terutama rahasia boss, mendekati si office boy.
“Saya akan bayar berapa untuk password itu?” tanya si staf IT.
Sang office boy dengan gugup menjawab, “Dua ratus ribu!”
“Kemahalan! Seratus” staf IT berargumen sambil langsung menyodorkan uang seratus ribu.
“Oke” si office boy pun setuju.
Setelah memberikan uangnya, si staf IT menyiapkan pensil untuk mencatat di secarik kertas. “Oke, apa passwordnya?”
“Bintang,
bintang, bintang, bintang, bintang, bintang!” jawab sang office boy
sambil berbisik. “Passwordnya ternyata hanya delapan bintang! (**********) ” [NUSWANTARA COM]
NUSWANTARA COM - Terus terang,
meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP,
pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung
dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.
Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Suda h
terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot
palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain
yang sering saya temui di cerita TV.
Well, akhirnya setelah
menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa
seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun.
Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang
diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.
Saya
pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum
masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara
menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat
anak-anak.
Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari
balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua
terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan
rencana pula?
Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak
ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di
sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai
daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang
'keamanan' yang begitu tinggi.
Berita ini rupanya sampai di
telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia
mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia
menantang orang yang membunuh ayahnya.
"Siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.
"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.
Tanpa
banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke
perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu
jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah
setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke
kantor polisi.
"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!"
ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil
tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga
kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong
ajaib.
Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak
terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput
oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke
dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil
keluar dari penjara.
Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang
doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape
(ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat
informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif
terhadap benda keras.
Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan
tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu
berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel
tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi
lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk
arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.
Pelarian ke tiganya
dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar
mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai
pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah
diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman
sebelum memutuskan untuk kabur.
Ruang kepala Lapas menjadi
pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani
memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan
menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan
Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0
untuk Arif.
Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya
kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya
didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari
penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas
tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki
sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!
Karena itu pula pada
pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini
meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua
hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk
kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.
* Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. * Tulisnya singkat.
Seorang
anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas
berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan.
Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya
hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap
pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini
anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan
kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.
Sayangnya
si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang
dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah
yang namanya keadilan di negeri ini! [NUSWANTARA COM]
DAHSYATNYA MENCONTEK ALA INDIA.
ilustrasi : mencontek ala india.
NUSWANTARA COM - Bihar - Mencontek dalam ujian sudah jadi
hal biasa di negara bagian Bihar, India. Bahkan dilakukan secara massal.
Foto-foto yang terkuak belakangan menunjukkan bahwa praktik curang itu
tak hanya dilakukan besar-besaran, tapi juga terang-terangan.
Sejumlah
siswa sekolah menengah tanpa ragu menyelundupkan lembaran catatan ke
lokasi ujian, meski pengawas lalu lalang. Tak cuma itu, orangtua,
kerabat, atau teman tertangkap kamera memanjat tembok, untuk memberikan
contekan pada peserta tes.
Ujian yang diselenggarakan oleh Bihar School Examination Board
(BSEB), dimulai pada Selasa 16 Maret hingga 24 Maret 2015. Sebanyak 1,4
juta murid ikut dalam ulangan itu.
Kebanyakan insiden mencontek tahun 2015 ini dilaporkan dari Distrik Chhapra, Vaishali, dan Hajipur.
Media
lokal memuat foto-foto aksi curang, yang didukung keluarga dan kerabat
murid. Demi anaknya bisa lulus ujian, mereka bahkan melakukan tindakan
nekat, yang berisiko mati.
Pewarta
foto Dipankar, yang memotret aksi curang di Distrik Saharsa mengatakan,
saat memasuki ke ruang ujian dan mulai mengambil gambar dengan
kameranya, para murid bersikap biasa saja, tak khawatir kecurangan
mereka terbongkar. Pihak berwenang pun seakan enggan beraksi untuk
menghentikannya.
"Dalam razia di sebuah sekolah Rabu kemarin,
pihak berwenang menyita kertas berisi jawaban ujian. Hingga 9 karung!,"
kata dia seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/3/2015).
Hampir 20 orangtua ditangkap karena mencoba membantu anak-anaknya
dalam ujian. Namun, mereka langsung dilepaskan setelah diberi
peringatan.
Di sejumlah sekolah, seperti yang ada di Saran di Distrik Chhapra, sejumlah orangtua justru bentrok dengan polisi.
Ketahuan
curang dalam ujian bisa disanksi larangan mengikuti tes lebih dari 3
tahun. Pelanggar juga terancam dipenjara dan harus membayar denda.
Namun, hukuman dalam kasus tersebut jarang diterapkan di Bihar.
Para
pejabat pendidikan di Bihar mengklaim pihaknya berkomitmen mengadakan
ujian yang bebas, adil, dan tenang. Bahwa ada kamera perekam di lokasi
ujian, dan pasukan pengawas dari pusat pun diterjunkan. Menurut mereka
ada 400 murid yang dikeluarkan karena ketahuan mencontek.
Namun,
dalih mereka, pemerintah saja tak bisa menghentikan praktik tak halal
itu. "Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghentikan kecurangan
jika keluarga dan kerabat tak bisa bekerja sama? Apakah pemerintah harus
memerintahkan mereka ditembak?," kata Menteri Pendidikan Bihar PK Shahi
seperti dikutip dari Times of India.
Lain
lagi di China. Pada Oktober 2014 lalu, sejumlah 2.440 siswa China yang
ikut dalam ujian nasional kepergok menggunakan alat mutakhir, seperti
yang ada dalam film mata-mata.
Mereka menggunakan perangkat
sinyal radio untuk mengirimkan jawaban ke pada para peserta tes -- yang
mengenakan peralatan nirkabel di telinga atau memasang alat tertentu di
penghapus elektronik yang diletakkan di meja -- sebagai penerima.
Modus canggih tersebut terbongkar pada 18 dan 19 Oktober 2014 lalu.
Saat itu lebih dari 25.000 siswa menjalani ujian untuk menjadi apoteker
berlisensi di Xian. Tes dilakukan di 7 tempat terpisah.
Penyelenggaran
ujian menemukan ada kandidat palsu yang ambil bagian dalam ujian.
Bukannya memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, mereka
cepat-cepat keluar setelah menghafalkan pertanyaan ujian. Oknum itu
lantas menyiarkan jawaban yang benar, lewat sinyal, untuk para calon
yang membayar US$ 330 atau lebih dari Rp 4 juta untuk layanan ilegal
itu.
Jiang Xueqin, konsultan pendidikan di Beijing mengatakan,
sisitem pendidikan di Tiongkok yang berorientasi pada kelulusan siswa
saat ujian membuat mencontek terlanjur membudaya.
Bahkan,
orangtua murid pun mendukung tindakan mencontek. Pada 2012, saat aparat
mencoba menghentikan aksi curang di kota Zhongxiang, Provinsi Hubei,
rusuh pun pecah.
Gara-garanya, para orangtua marah karena
anak-anak mereka diperlakukan khusus -- tak boleh mencontek -- padahal
semua anak di tempat lain di China melakukan hal yang sama.[NUSWANTARA COM]
TAK PERNAH MANDI SELAMA 60 TAHUN DAN DOYAN MAKAN LANDAK MATI
ilustrasi : Amou Hadji.
NUSWANTARA COM- Apa jadinya bila kamu nggak
pernah mandi selama lebih dari 60 tahun? Hal itulah yang dirasakan oleh
kakek berusia 80 tahun asal Iran ini
Kakek yang diketahui bernama Amou Hadji ini tak pernah merasakan
mandi sejak tahun 1954 silam. Pastinya, kulit wajah hingga tangannya
sudah menghitam terkena debu dan kotoran lainnya.
Bukan hanya itu saja, ada sebuah hal yang pastinya bisa buat banyak
orang makin geleng-geleng kepala. Kakek ini ternyata menolak untuk
memakan makanan segar dan minum air bersih.
Makanan favorit Hadji adalah 'menu' landak mati. Rokok yang dihisapnya pun ternyata terbuat dari kumpulan kotoran hewan.
Tak mengherankan bila Hadji lebih memilih gaya hidup seperti itu
mengingat dia memang seorang gelandangan yang hidup terlunta. Namun di
balik itu semua, ada sebuah alasan mengapa Hadji melakukan kebiasaan
anehnya itu. Hadji mengaku bahwa semua kebiasaan yang ia lakukan itu bertujuan
untuk mendekatkan dirinya dengan alam. Apakah kamu ingin mencoba cara
super aneh seperti kakek tua ini? hehehe,,,[NUSWANTARA COM]
MENAKJUBKAN,DI TUBUH MANUSIA (nikmat mana lagi yg akan kita dustakan)
ILUSTRASI.
NUSWANTARA COM - Tubuh
manusia merupakan suatu misteri yang tidak ada ujungnya. Tidak dapat
diketahui sampai dimana batas pengetahuan kita tentang tubuh yang kita
diami ini.
Beberapa hal yang jarang kita ketahui terhadap badan ini ternyata membuat kita tabjub akan fakta tubuh manusia.
hal menakjubkan yang terdapat dalam tubuh manusia.
KEMATIAN RATUSAN SEL,SETIAP DETIKNYA
tubuh kita sekarat, ini adalah fakta. Setiap 60 detik berlalu,
tubuh kita kehilangan 300.000.000 sel.
Ini merupakan jumlah sel yang sangat banyak.
Mungkin ada diantara kalian yang berpikir,
jumlah sel yang mati sangatlah banyak, kenapa tubuh manusia tidak juga membusuk?
Hal ini terjadi karena jumlah sel yang lahir lebih banyak daripada jumlah sel yang mati.
Setiap hari, 10-50 triliun sel digantikan di dalam tubuh kita.
RAMBUT TIDAK DAPAT HANCUR
Rambutmu bagaikan superman di tubuhmu,
hal ini berarti bahwa rambut merupakan salah 1 bagian pada tubuh kita yang sulit dihancurkan.
Kerusakan
rambut berjalan pada tingkat yang sangat lambat dan ini artinya rambut
dapat bertahan lebih lama daripada bagian lain dari tubuh
mumi yang telah dimakamkan ratusan bahkan ribuan tahun lamanya masih memiliki rambut di kepalanya.
Perubahan iklim, kelembaban, suhu, atau akibat zat asam dan kimia, tidak dapat merusak rambut kita semua.
Satu-satunya kelemahan utama dari rambut adalah api,
karena struktur pembentuk rambut terdiri dari bahan karbon.
ASAM LAMBUNG
Perut juga merupakan salah 1 bagian terkuat dalam tubuh.
Di dalam perut terdapat asam lambung yang sangat kuat,
sehingga dapat melarutkan zat seng.
Kalian mungkin berpikir, dengan asam lambung yang begitu kuatnya, mungkin dapat membuat perut kita bolong,
tetapi
hal ini tidak terjadi karena lapisan di dalam perut kita dapat segera
memperbaharui dirinya dengan begitu cepat untuk mencegah asam lambung
merusak perut kita.
Jika bukan karena kapasitas memperbaharui dengan cepat ini, mungkin semua manusia memiliki perut yang bolong.
PARU-PARU,TULANG DAN KUKU.
Berikut ini, adalah mengejutkan dari ketiga hal di atas.
Pertama,
paru-paru kalian berisi pembuluh darah kecil yang disebut kapiler. dalam paru-paru terdapat 300 juta kapiler,
yang jika kita ambil semua kapiler tersebut,
dan kita bentangkan dari ujung ke ujung, maka akan menghasilkan panjang sebesar 1500 mil.
Kedua,
dapat mematahkan tulang,tetapi sebenarnya tulang itu cukup kuat. Satu blok tulang sebesar korek api,
dapat menahan berat sampai 9 ton.
Ketiga,
kuku
kalian terus berkembang secara konstan dan ketika kehilangan kuku
tangan/kaki, akan membutuhkan waktu selama setengah tahun agar kuku
tersebut dapat tumbuh dari pangkal
ke ujung kuku.
MANUSIA MASIH TETAP HIDUP WALAU KEKURANGAN ORGAN
DALAM TUBUH
Mungkin banyak diantara kita yang berpikiran,
jika kita kehilangan salah 1 organ internal,
maka kita akan segera mati,
walaupun hal ini berlaku untuk organ hati dan jantung,
namun tidak berlaku bagi organ-organ internal lainnya.
walaupun kita kehilangan limpa,
1 ginjal, 1 paru-paru, 75% bagian hati, 80% bagian usus,
dan organ lainnya yang terletak di daerah pinggul dan pangkal paha, kita semua masih dapat hidup.
Walaupun fungsi-fungsi organ yang ada tidak dapat berjalan dengan baik dan tidak dapat hidup selama yang diinginkan,
paling tidak,
masih dapat hidup tanpa organ-organ tersebut.
SETIAP MALAM PERKEMBANGAN TUBUH TERJADI.
Setiap malam, tubuh kalian tumbuh sedikit.
Diperkirakan,
tubuh tumbuh sekitar sepertiga inchi saat tertidur karena cakram tulang
rawan tertekan oleh gravitasi ketika kalian duduk atau berdiri.
Namun, ketika mulai bangun dan berjalan, tinggi badan akan menyusut ke tinggi semula.
FILTER ALAM
Ginjal berfungsi untuk membersihkan racun dalam tubuh.
Yang menakjubkan disini adalah kapasitas filter dari ginjal.
Setiap ginjal mengandung 1 juta filter.
Hal
ini berarti di dalam tubuh mengandung 2 juta filter, yang menyaring 1,3
liter darah per menit dan mengeluarkan urin 1,4 liter per hari.
Tanpa
fungsi filter ini, racun akan menumpuk di dalam tubuh kita dan kita
akan sering sakit dan dekat dengan kematian. Inilah sebabnya orang-orang
yang mengalami gagal ginjal, perlu melakukan pencucian darah rutin.
MELEWATI BATAS KECEPATAN
Tubuh manusia tidak dapat bergerak secepat binatang lain
cheetah contohnya
tetapi manusia bisa melebihi kecepatan 100 mil per jam dengan sesuatu, yaitu saat kita bersin.
Ketika kita bersin, kita mengeluarkan udara dari hidung dan mulut dengan kecepatan 100 mil per jam.
Dan itu merupakan sesuatu hal yang harus dibanggakan.
Sebagai tambahan informasi, apabila bersin, jangan ditahan. Apabila tetap nekat menahan bersin,
akibatnya
adalah menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung, mimisan, pecah
gendang telinga, gangguan pendengaran, vertigo (gejala sakit berupa
sensasi berputar),
dan retina yang terlepas atau mengalami emfisema.
SUHU TUBUH MANUSIA
Tubuh
manusia adalah sebuah mesin produksi energi yang besar. Ketika melihat
tubuh manusia menggunakan teknologi infra merah, yang terlihat adalah
pancaran panas yang keluar dari tubuh manusia.
Panas yang dihasilkan oleh tubuh,
membantu
manusia untuk tetap hidup.Faktanya, tubuh manusia dapat menghasilkan
panas hanya dalam waktu 30 menit, dimana hasilnya adalah panas tersebut
dapat membuat setengah galon air mendidih.
Yang terlihat memang tidak
seperti ketika memasak air hanya dalam waktu beberapa menit di atas
kompor, namun ingatlah bahwa dengan panas tersebut dan tanpa melakukan
apapun setiap hari, panas itu membuat kita tetap hidup hingga hari ini.
MANUSIA MAKHLUK VISUAL
Kita
adalah makhluk visual karena sebagian informasi yang kita peroleh
berasal dari indra penglihatan daripada indra lainnya. Meskipun
kelelawar dapat memproses sebagian besar informasi melalui telinganya,
kita
memproses lebih dari 90% informasi melalui mata kita, sedangkan 10%
informasi lainnya diproses melalui indra sentuhan, rasa, bau, dan suara.
Hal menakjubkan pada tubuh manusia ini sangat membuat kita tertegun bahwa badan pemberian Tuhan ini sangat hebat.
Jangan sia siakan kehebatan tubuh ini dengan jalan merusaknya yang hanya mencicipi kenikmatan sesaat.
NUSWANTARA COM - Bulu mata palsu mungkin bisa membuat mata kita terlihat lebih lentik dan cantik. Namun, bulu mata palsu yang terlalu panjang justru dapat membahayakan mata.
Menurut peneliti, bulu mata palsu yang terlalu panjang dapat membahayakan mata karena membuatnya kering. Pada dasarnya, bulu mata panjang menciptakan sebuah “terowongan angin” yang mendorong udara keluar dari mata kita sehingga membuatnya kering.
Para peneliti di Georgia Institute of Technology menguji teori ini dengan cara membuat mata palsu yang diberikan bulu mata
palsu yang sangat panjang. Setelah itu, peneliti meniupkan angin dan
debu ke dalamnya lalu menguji kelembaban dan debu yang menempel di mata.
Hasilnya, mata sangat kering dan jumlah debu yang menempel jauh lebih banyak dari sebelumnya. “Inilah sebabnya bulu mata palsu yang panjang tidak ideal. Mungkin mereka terlihat bagus, namun bulu mata palsu yang panjang justru semakin membahayakan mata kita,” kata Guillermo Amador, salah satu peneliti.
Meskipun begitu, bulu mata
palsu yang terlalu pendek juga tidak terlalu baik karena tidak bisa
melindungi mata kita dari angin dan udara. Bulu mata yang sempurna
adalah yang kira-kira sepertiga dari panjang mata kita.
Mahasiswi USU Sukses Temukan Racikan Obat saat Ayah Terserang Diabetes
ILUSTRASI ; Mahasiswi
Jurusan Farmasi, Universitas Sumatera Utara, Gita Adinda Nasution (20),
berhasil menjuarai Program Wirausaha Mandiri 2015 oleh PT Bank Mandiri
bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta, Jumat
(13/3/2015). Gita berhasil mengembangkan produk obat racikan (herbal)
bernama Kopi Gula Gita (Kolagit) yang bisa menyembuhkan penyakit
diabetes, meski mengandung tebu. Dimana gula dianggap masyarakat sebagai
biang dari penyakit diabetes.
NUSWANTARA COM - Kreativitas seseorang terkadang
muncul di saat yang genting atau menyulitkan. Situasi ini serupa dengan
apa yang dialami oleh Gita Adina Nasution (20), ketika ayahnya terkena
penyakit diabetes.
Mahasiswi semester 6, jurusan farmasi Universitas Sumatera Utara
(USU) ini berhasil menyembuhkan ayahnya dengan obat racikan yang
mengandung gula. Padahal gula sering disebut-sebut menjadi biang dari
penyakit diabetes.
"Penyakit polio diobati dengan vaksin polio juga. Di dalam penyakit
berarti ada obatnya juga. Saya cari apa yang paling dihindari penderita diabetes,
yaitu gula dalam tumbuhan tebu," jelas mahasiswi semester 6 ini dalam
acara Wirausaha Muda Mandiri Expo oleh PT. Bank Mandiri, di Jakarta,
Jumat (13/3/2015).
Menurut Gita, penyakit diabetes
bukanlah disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Melainkan, kata
dia, organ tubuh yang cacat akibat pola hidup yang tidak sehat,
sehingga menyebabkan tubuh tidak bisa mencerna gula, lalu datanglah diabetes.
"Gula darah naik itu bukan karena gula, tapi organ tubuh yang tidak
bisa mencerna gula tersebut. Apalagi manusia itu butuh glukosa. Jadi itu
karena organ tubuh sudah cacat akibat makan makanan cepat saji, soda,
dan minum alkohol. Sedangkan potensi dari genetika cuma 20 persen, jadi
yang paling berpengaruh adalah pola hidup tidak sehat," jelas Gita.
Di luar dugaan, setelah berhasil menyembuhkan ayahnya dari diabetes,
obat racikan Gita bernama Kopi Gula Gita (Kolagit) tersebut langsung
tenar di kalangan terdekat hingga luar negeri. Gita mengatakan pemesanan
sudah mencapai Arab Saudi.
"Mulai dari Korea Selatan, Perancis, Malaysia, Brunei Darussalam,
Singapura, Arab Saudi, California, Canada, dan AS. Teman-teman ayah di
Koramil yang biasa berobat ke Penang dan Singapura, setelah minum obat
ini tidak ke sana lagi, sembuh dengan Kolagit," kata Gita.
Obat racikan tersebut mengandung bahan tumbuhan tebu dan
herbal-herbal lainnya. Meski ada kata kopi dalam nama Kolagit, Gita
mengatakan itu didasari kemiripan warna obat tersebut dengan kopi.
Untuk harga, Gita menjual Kolagit sebanyak 800 gram dengan harga Rp
150.000. Namun, Gita mengatakan keuntungan bukanlah tujuan utama dari
penjualan Kolagit. Menurut dia, sebagai orang medis, masih ada beban
moral untuk menyembuhkan orang meski tidak mampu untuk membeli Kolagit.
"Sebetulnya, niat untuk komersil tidak ada, karena punya tanggung
jawab sosial sebagai latar belakang medis. Sistem jual beli saya lakukan
karena butuh modal. Jadi yang tidak mampu saya berikan harga
seikhlasnya atau bahkan gratis," kata Gita.
Permintaan yang meningkat lantas membuat Gita mendapatkan untung yang
tidak sedikit. Gita bahkan terkejut ketika di akhir tahun 2014, ia
mendapatkan omzet lebih dari Rp 1 miliar.
"Saya kaget, karena tidak memikirkan untung karena saya cuma pikir
bagaimana untuk orang bisa sehat. Tapi ternyata alhamdullilah akhir
tahun lalu, saya dan teman-teman menghitung omzet, mencapai lebih dari
Rp 1 miliar," kata Gita sembari berbisik. Tawaran dari investor
Prospek Kolagit yang cerah ternyata membuat sejumlah perusahaan
farmasi berniat untuk menggaet Gita. Ia mengatakan,
perusahaan-perusahaan tersebut datang dari lokal maupun luar negeri.
"Dari 2013 setelah booming, banyak perusahaan farmasi lokal sampai
nasional, datang ke rumah di Medan, sampai pengusaha properti. Terakhir
dari perusahan farmasi dari Turki dan Singapura. Tawarannya miliaran
rupiah," kata Gita.
Namun, Gita menyatakan belum tertarik dengan opsi kerjasama tersebut.
Alasannya, kata dia, meski diberikan laboratorium dan menjadi pengawas
produksi obat tersebut, Gita khawatir obat tersebut menjadi mahal dan
tidak bisa menyentuh masyarakat bawah.
"Saya belum tertarik, karena memikirkan bagaimana caranya
menyeimbangkan antara kalangan atas dengan bawah, Kebanyakan kalau sudah
terkenal tidak mungkin bisa, apa bisa di supermarket tawar-menawar?"
kata Gita.
Ke depan, Gita akan meluncurkan satu produk lagi dimana kali ini
berasal dari limbah organik. Limbah tersebut akan diubah menjadi obat,
salah satunya sebagai antiseptik. "Produk yang akan saya buat tahun ini
berasal dari limbah organik, pertama adalah antiseptik dari, obat
penurun panas/demam yang lebih efektif dari paracetamol dan obat anti
alergi dalam bentuk salep," jelas Gita.
Sebagai informasi, Gita adalah juara pertama dalam program Wirausaha
Muda Mandiri, kategori Industri, Perdagangan, dan Jasa oleh PT. Bank
Mandiri bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.
Mendapatkan juara pertama, Gita berhasil memperoleh hadiah sebesar Rp
50 juta. Ia mengatakan akan menggunakan uang tersebut sebagian untuk
membangun laboratorium dan sisanya untuk berbagi dengan anak-anak dari
Sekolah Luar Biasa (SLB).
Seni Jemparingan, Dikenal Dunia Namun Terlupakan di Negeri Sendiri
Jemparingan, seni memanah tradisional ala Zaman Mataram
NUSWANTARA COM - SLEMAN - Dengan segala keunikan
serta keelokannya, keberadaan seni memanah gaya Mataram, Jemparingan,
terbilang semakin tertimbun di tengah kehidupan urban.
Tubagus Ali Musthofa, pembina padepokan sekaligus empu senjata
Mataraman, mengatakan Jemparingan merupakan salah satu seni tradisi dari
Yogyakarta yang saat ini masih eksis. Namun seni yang sempat masuk di
ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) itupun tidak lagi bertengger di
jajaran cabang olahraga kompetisi tersebut.
“Sekarang tidak lebih sebagai seni budaya. Padahal jemparingan
pernah ikut bertanding di Turki maupun Yordania dalam ajang panahan
tradisional,”
Menurut pelatih yang sudah memegang busur sejak usia 7 tahun itu,
keberadaan yang mendunia pun menarik minat atlet panah tradisional dari
Malaysia, Vietnam, bahkan Thailand untuk berlatih Yogyakarta sebagai
basis jemparingan gaya Mataram. Sayangnya jemparingan tidak terlalu menjadi minat atlet dalam negeri untuk mempelajarinya.
“Untuk itu kami berharap pemerintah semakin memperhatikan seni ini. Sehingga jemparingan semakin populer di Indonesia,” harapnya.
Hal serupa juga disampaikan Whani Darmawan, pegiat wirawisata panahan
tradisional. Menurutnya dengan dukungan aktif pemerintah, masyarakat
tidak lagi awam dengan seni jemparingan.
“Sebenarnya ketertarikan masyarakat cukup tinggi, terbukti setiap
kali tour di padepokan ini antusiasmenya tinggi. Hanya sayangnya kurang
publikasi serta perhatian dari pemerintah,” ungkapnya. (*)
MENGENAL LEBIH DEKAT SENI JEMPARINGAN OLAHRAGA PANAHAN GAYA MATARAM SLEMAN - Menjajaki Dusun
Karangnongko, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, pemukiman padat
penduduk menjadi pemandangan yang lazim di daerah yang mengapit Kota
Yogyakarta itu. Namun siapa sangka di tengah deretan rumah yang
berhimpitan itu ada lapangan kecil yang digunakan sebagai tempat latihan
memanah oleh sekelompok orang.
Bret! Jleb! Bunyi itu acap kali terdengar sekilas sebelum anak panah
menancap pada bandul atau sasaran kecil yang terpasang menggantung.
Sasaran dari buntalan kain berwarna merah, kuning, serta putih ini
diletakkan hampir 20 meter dari tempat duduk pemanah, namun anak panah
mampu mencapainya hanya sepersekian detik saja.
Minggu siang, terlihat beberapa pemanah sedang unjuk gigi
memperlihatkan kemampuan. Sepintas terlihat mudah, namun seni olahraga
ini membutuhkan konsentrasi tinggi.
Sembari duduk bersila, mata mereka awas memperkirakan hempasan angin
yang dapat mengganggu lesatan anak panah bermata logam itu. Saat yakin,
mereka pun mulai membidik meski tanpa pembidik seperti busur modern yang
biasa digunakan dalam cabang olahraga panahan. Dan bret! anak panahpun
melesat menembus angin.
Demikianlah suasana di Padepokan Jemparingan Dewondanu, sebuah pusat
pelatihan seni dan olahraga panahan gaya Mataram. Adalah Tubagus Ali
Musthofa, pembina padepokan sekaligus empu senjata mataraman, mengatakan
jemparingan merupakan salah satu seni tradisi dari Yogyakarta yang saat ini masih eksis.
“Seni ini juga dapat dijadikan olahraga khususnya melatih
konsenterasi sekaligus pengendalian diri. Dengan demikian, pikiran dapat
fokus,” paparnya.
Menurutnya, seni ini dapat dipelajari oleh semua orang dari
berbagai macam latar belakang maupun umur. Namun untuk menguasainya
bukanlah perkara mudah. Bakat dan kecakapan seseorang yang baru belajar
memanah menjadi penentu.
“Ada yang satu tahun belum bisa, ada pula yang baru satu bulan saja
sudah mahir. Tergantung bakatnya dan bagaimana ia mengenali busur
ataupun dirinya sendiri, karena ini seni,” ungkap pria yang akrab
dipanggil Gus Mus itu.
Sebagai seni tradisional, pembuatan busur gaya Mataram yang disebut
gendewa itupun harus melalui proses yang panjang. Hal ini dilakukan agar
kondisi gendewa sesuai dengan pemanahnya.
“Ada hal khusus dan tidak bisa dikira-kira. Karena sebagai senjata,
gendewa harus sesuai dengan pemegangnya. Untuk itu mulai dari bahan
hingga ukurannya pun harus pas,” katanya menjelaskan. (
Tiap Jumat, Warung Shodaqoh Ini Sediakan Makanan Gratis untuk Kaum Dhuafa
ILUSTRASI.
NUSWANTARA COM - YOGYA - siang
sekitar pukul 11.30, tampak beberapa ibu, anak-anak, tukang becak, dan
pengumpul barang bekas berkumpul di sebuah warung kaki lima bernama
"Warung Shodaqoh", yang terletak di Jalan Gedongkuning Selatan no. 126 B
Yogyakarta.
Siang itu, mereka berkumpul untuk mendapatkan makan siang dengan menu
sayur lodeh dengan lauk bandeng. Meskipun bernama warung, tetapi
"Warung Shodaqoh" tidak memungut bayaran dari siapapun yang makan di
sana.
"Saya sebagai tukang becak, yang pendapatan tiap harinya tidak
menentu sangat terbantu dengan keberadaan warung ini. Minimal saya bisa
makan siang dengan enak," ungkap Suprihastono, seorang tukang becak saat
ditemui di warung yang hanya buka setiap hari Jumat tesebut.
Setiap harinya Suprihastono memang mangkal di daerah Gedongkuning,
sehingga ia pun menjadi salah satu "pelanggan" Warung Shodaqoh.
Warung Shodaqoh Sendiri berdiri sejak awal September 2014 atas inisiatif Yuniana Oktoviati (33).
"Saya membuat Warung Shodaqoh ini berangkat dari keinginan saya untuk
berbagi dengan sesama, terlebih saat ini biaya hidup termasuk makan
juga semakin mahal," ungkap perempuan yang akrab disapa Tovie tersebut
saat ditemui di Warung Shodaqoh yang terletak di depan kediamaanya,
Ide awal hingga dia memilih membuka Warung Shodaqoh untuk berbagi,
adalah saat Tovie melihat postingan salah satu temannya yang berada di
Pemalang yang membuka warung sejenis. Dan sejak awal September tahun
lalu, dirinya memutuskan untuk berbagi makanan seminggu sekali setiap
hari Jumat dari pukul 11.00 hingga 13.00 siang.
Dibantu dengan pekerjanya, setiap Jumat Tovie menyiapkan 120 hingga
150 porsi makanan, yang terdiri dari nasi, sayur, lauk, dan minuman teh.
"Kami berusaha untuk memberikan makanan yang sehat dan layak kepada
saudara kita yang membutuhkan. Biasanya lauk yang kami sediakan berupa
ayam, ikan, minimal telor," ungkap Tovie.
Dipilihnya hari Jumat untuk membuka warung, karena hari tersebut
dianggap hari baik oleh umat Islam. Dan dirinya memilih antara jam 11.00
hingga jam 13.00 siang, untuk menyesuaikan waktu makan siang.
Saat awal-awal dirinya mulai membuka Warung Shodaqoh, sering nasi
yang disiapkannya tidak habis. Kebanyakan masyarakat mengira harus bayar
untuk makan ditempat tersebut meskipun telah ada tulisan gratis di
tenda Warung Shodaqoh. Bahkan Tovie harus membungkusi nasi yang tersisa
dan kemudian membagikan nasi tersebut ke beberapa titik.
Untuk lebih mengenalkan Warung Shodaqoh, Tovie dan karyawannya yang
bekerja di perusahaan batu alam yang dia kelola bersama suaminya harus
menyebarkan selebaran
"Saat ini jam 12 aja kadang-kadang sudah habis. Kemarin-kemarin
banyak yang minta dibungkus untuk dibawa pulang. Tetapi saat ini boleh
bungkus tetapi sejumlah orang yang datang ke warung, supaya bisa rata
pembagiannya," ujar Tovie.
Meskipun ditenda Warung Shodaqoh tertulis kalimat "khusus fakir
miskin dan kaum dhuafa", tetapi sebenarnya siapa saja boleh makan di
tempat tersebut.
Untuk saat ini, biaya operasional Warung Shodaqoh ditanggung sendiri
oleh Tovie. Tetapi beberapa kali saat dirinya belanja ke pasar ada saja
pedagang ikan maupun sayur yang memberikan tambahan ikan dan sayur untuk
ikut berbagi. Jika ada orang yang ingin bergabung dalam kegiatan
tersebut istri dari Kafrie tersebut akan senang menerimanya.
"Jika ada orang yang bersama-sama ingin berbagi saya akan sangat
senang, karena saya juga memiliki keinginan untuk membuka warung sejenis
ditempat lain yang bisa lebih menyentuh lebih banyak orang yang
membutuhkan, semisal di Alun-alun Utara. Tetapi karena keterbatasan
tenaga, hal tersebut belum bisa terwujud," ungkapnya.
Dirinya tidak ingin memaksakan diri membuka Warung Shodaqoh di tempat
lain tetapi tidak bisa buka secara rutin. Dengan membuka Warung
Shodaqoh Tovie berharap dapat meringankan sedikit beban dari orang-orang
yang kurang beruntung.
"Saya juga berharap akan semakin banyak orang yang mau berbagi dengan saudara kita yang membutuhkan," pungkas Tovie.(*)
Simak! Makanan yang Sebaiknya Tak Disimpan di Kulkas
Ilustrasi
NUSWANTARA COM - Kulkas menjadi sebuah penemuan
yang sangat berguna karena dipercaya mampu mengawetkan bahan-bahan
makanan dan minuman. Namun, ternyata tidak semua bahan makanan atau
minuman baik disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah makanan dan
minuman yang tak seharusnya Anda simpan ke dalam kulkas:
1. Kopi
Tempat yang dingin, gelap, dan kering
adalah tempat yang bagus untuk menyimpan biji kopi demi menjaga
kesegaran dan rasanya. Lebih baik bekukan biji kopi tersebut bila ingin
disimpan. 2. Pisang, peach, aprikot, mangga, dan kiwi
Canadian
Produce Marketing Association menyatakan bahwa nutrisi akan terjaga
baik bila buah-buahan tersebut disimpan di atas meja saja hingga mereka
matang. 3. Tomat
Berdasarkan penelitian dari Ontario Greenhouse Vegetable Grovers, suhu dingin dapat membuat tomat menjadi busuk. 4. Kentang
Kentang sebaiknya disimpan dalam
tempat yang kering, dingin, dan gelap. Simpanlah di lemari yang memiliki
aliran udara yang baik sehingga menghindari kebusukan pada kentang. 5. Melon
Melon mengandung antioksidan lycopene
dan beta-carotene dan dapat berkurang jumlahnya bila disimpan dalam
kulkas. Antioksidan tersebut sebaiknya disimpan di suhu ruangan. 6. Bawang merah
Agar tak cepat busuk, bawang
merah yang telah dikupas membutuhkan tekanan udara yang cukup. Simpanlah
bawang merah terkupas tersebut di dalam lemari biasa. (mg2)