Label

Tampilkan postingan dengan label KULINER NUSWANTARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER NUSWANTARA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2015

SELAMAT DATANG DI NEGERI SERIBU UBI.

Selamat Datang di Negeri Seribu Ubi



Negeri Seribu Ubi @nuswantara com

ILUSTRASI : Aneka ubi dan umbi berpotensi menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, Maluku. Namun, selama ini ubi dan umbi masih dipanen, dijual, dan diolah dengan cara amat sederhana. Di Pulau Yamdena,para petani tampak menggelar dagangan di tepi jalan sebanyak yang mereka hasilkan. 

NUSWANTARA COM - MALUKU -
Rasa waswas menyeberangi Selat Larat yang memisahkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat dengan ketinting luruh begitu mencium bau masakan yang meruap menyapa lapar. Di atas meja tersaji aneka ubi yang diletakkan berselang-seling dengan ikan bakar, sayur daun keladi, bunga pepaya, dan sup ikan.
Selat itu sebenarnya hanya sedalam 20 meter. Namun, jalur tersebut, sebagaimana jalur antara Pulau Larat dan pulau-pulau terluar lainnya, dipenuhi "ranjau" tali-temali, peranti budidaya rumput laut penduduk yang siap menjerat motor ketinting, perahu pipih panjang dengan satu penumpang di setiap dudukannya.
Pulau Yamdena dan Pulau Larat adalah bagian dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku. Terletak di sebelah timur Pulau Timor, Kepulauan Tanimbar terdiri atas 85 pulau, dengan 28 di antaranya tak berpenghuni. Pulau Larat yang bertengger di Laut Aru, yang berbatasan langsung dengan Australia, adalah bagian dari pulau-pulau terluar Indonesia. Penghuninya sekitar 20.000 orang, mayoritas menggantungkan hidup dari hutan, perladangan, dan kelautan.
Sebagai pulau bertanah kapur yang terbentuk di atas karang, sebagian besar pulau-pulau di Tanimbar tak mudah ditanami palawija semacam padi dan jagung, tetapi subur bagi ubi, pisang, sukun, dan terkadang mangga bogor-konon bibitnya dibawa para misionaris dari Bogor, Jawa Barat.
Sepanjang lima jam berkendara dari pusat kota Saumlaki-ibu kota MTB yang terletak di Pulau Yamdena-menuju tempat penyeberangan ke Larat, tanaman jenis itu menyeruak di antara belukar dan kerindangan hutan sepanjang jalan.
Pulau Yamdena sebenarnya lumayan subur. Ada padi penghasil beras merah dan hitam. Meski demikian, "Nasi tidak pernah menjadi makanan pokok kami. Nasi hanya muncul saat perayaan, itu pun tak banyak," papar Romo Lambertus Somar MSC, yang banyak berkarya untuk kawasan Indonesia timur.
Nasi "menjajah" Kepulauan Tanimbar ketika pemerintah Orde Baru menyebarkan program "berasisasi". Beras, yang harganya tiga kali lipat daripada di Jawa, menjadi simbol status sosial dan memiskinkan warga. Padahal, ubi berlimpah dan daya kenyangnya lebih lama. Apa boleh buat. Perlu promosi ubi untuk menghadang dominasi beras, dengan mengungkap keunggulannya.

Nutrisi terbaik


Kawasan Tanimbar adalah hunian puluhan jenis ubi, khususnya ubi jalar, karena udaranya panas dan lembab dengan tanah gembur berpasir kering. International Potato Centre (IPC) di Peru mendefinisikan ubi jalar (Ipomoea batatas) sebagai sumber pangan yang baik di kawasan marjinal karena tidak perlu tanah subur dan perlakuan khusus.
Menurut Asosiasi Ahli Gizi Amerika Serikat, nutrisi ubi jalar terbaik dibandingkan dengan umbi-umbian lain karena mengandung karbohidrat kompleks. Inilah yang membuat orang merasa kenyang lebih lama karena energi tidak sekaligus dilepas. Ubi jalar juga banyak mengandung betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan anti kanker, berindeks glikemik rendah sehingga baik bagi penderita diabetes, berkadar prebiotik tinggi sehingga memperbaiki metabolisme pencernaan, dan berkadar lemak rendah sehingga tidak memicu kenaikan kolesterol.
Tidak mengherankan apabila ubi jalar menjadi salah satu sumber pangan utama di kawasan Sub-Sahara Afrika, pulau-pulau di Samudra Pasifik, dan sebagian Asia. Ubi juga punya nilai tinggi dalam budaya, termasuk di Indonesia timur, mulai dari pakan ternak sampai persembahan untuk pernikahan.
Ubi jalar ditemukan 5.000 tahun lalu di kawasan Amerika Latin. Usia tanamnya berkisar 3-5 bulan dan 8-10 bulan. Ada yang berdaun keriting, ada yang berwarna ungu, kuning, merah, dan putih seperti umbinya. IPC mengoleksi sekitar 8.000 varietas ubi jalar di dunia, 1.000 di antaranya masih liar.
Meski disebut sweet potato, ubi jalar tak termasuk keluarga kentang. Lagi pula, ubi ini sebenarnya adalah akar, bukan umbi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan serta Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Kementerian Pertanian telah meneliti dan mengembangkan berbagai varietas ubi jalar, di antaranya mendut, kalasan, prambanan, borobudur, layang-layang, rambo, lampeneng, dan cilembu.

Ancaman Berulang
Idealnya, ubi jalar kembali menjadi sumber nutrisi utama di kawasan Indonesia timur. Begitu diungkapkan Dr Ir Purwono MS dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor. Namun, tampaknya jalan kembali itu tak mudah.
Rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo mencetak sawah sebanyak-banyaknya atas nama swasembada beras bisa mengulang sejarah pemerataan makan nasi zaman Orde Baru. "Ini harus kita cegah dengan menyosialisasikan keunggulan ubi jalar ataupun sumber karbohidrat nonberas lainnya, selain mengajari masyarakat cara budidaya dan pengelolaan hasil panen secara benar," papar Purwono.
Ia merujuk kasus kelaparan di Yahukimo, Papua, akibat kebiasaan masyarakat membiarkan ubi siap panen terpendam di tanah sehingga membusuk ketika hujan datang. "Mereka perlu diajarkan memanen ubi dan menyimpannya di rumah, bukan di ladang," katanya.
Di Tiongkok, pemerintah menggalakkan ubi untuk mengurangi konsumsi gandum. Caranya antara lain dengan memodifikasinya sebagai bahan baku makanan populer seperti mi dan bakpao. Kreativitas seperti ini seharusnya dikembangkan di Indonesia melalui sosialisasi teknologi pangan yang mendukung program diversifikasi.
Menurut Purwono, ada jenis-jenis ubi jalar berkadar tepung tinggi yang cocok sebagai pengganti karbohidrat, seperti varietas cilimut, jaya, dan prambanan. "Kalau cilembu dan porto rico banyak mengandung betakaroten sehingga lebih cocok sebagai camilan," katanya.
Meski tidak seintensif tanaman jagung yang sering menjadi substitusi beras, ubi jalar berperan penting memenuhi kecukupan gizi, khususnya di kawasan Indonesia timur, sekaligus membangun kedaulatan pangan di tingkat lokal. Apalagi, menyantap ubi jalar dan umbi-umbian itu sangat cocok ditemani lauk ikan dan sayur daun keladi yang gurih lembut. Sungguh, kami merasa sangat sehat sepekan di Tanimbar, negeri 1.000 ubi..

MANFAAT DARI BELUT YANG JARANG DI KETAHUI.

MANFAAT DARI BELUT YANG JARANG DI KETAHUI ?
ilustrasi belut @nuswantara com
ILUSTRASI.

NUSWANTARA COM  - Hewan yang hidup di daerah tropis memiliki sisik sedikit, dapat bernafas di dalam udara, tekstur yang cenderung licin, memiliki sirip ekor yang memanjang dan tidak memiliki tulang rusuk. Belut masuk didalam kelompok ikan, sehingga belut banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Belut sendiri memiliki banyak kandungan gizi, sama halnya dengan ikan.
Terdapat dua jenis belut yang banyak ditemukan di Indonesia, yaitu belut sawah dan juga belut rawa. Jika ingin mengkonsumsi belut yang banyak dagingnya, belut sawah merupakan pilihannya.
Kandungan gizi pada daging belut
Kandungan protein yang tinggi, mineral, vitamin juga lemak pada belut sama halnya seperti kandungan pada manfaat ikan, karena belut merupakan bagian dari jenis ikan.
Belut juga berfungsi sebagai indikator penting yang dipergunakan untuk mendeteksi terjadinya pencemaran lingkungan atau penurunan kualitas air. belut lebih suka bertelur di air yang dangkal.
Manfaat daging belut berdasarkan kandungannya:

1. Fosfor

Jika kalian menginginkan tulang yang kokoh dan kuat, serta untuk menghindari atau meminimalisir dari terjadinya pengeroposan pada tulang atau yang lebih dikenal dengan osteoporosis, maka layak untuk manfaat daging belut ini. Hal tersebut sama seperti manfaat susu, manfaat yoghurt atau manfaat udang.

2. Zat Besi

Manfaat zat besi bagi tubuh manusia,berfungsi untuk mencegah anemia. Zat besi yang kurang akan mempengaruhi pembentukan hemoglobin pada sel darah sehingga kurangnya suplai oksigen ke seluruh tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh terganggu, sangat baik untuk mengkonsumsi belut ini. Zat besi juga banyak terdapat pada :
- manfaat bayam
- manfaat hati ayam
- manfaat cumi-cumi

3. Kalori

Kalori yang terkandung dalam belut juga sangat tinggi, kalori yang tinggi membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk melakukan aktivitas didalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga harus berhati-hati jika menyandingkan masakan belut dengan manfaat nasi putih yang memiliki banyak karbohidrat.

4. Kaya Vitamin

Belut juga bagus untuk kesehatan mata, perkembangan fungsi jaringan saraf, membantu membentuk protein, hormone serta membantu menormalkan tekanan darah pada otak. Sehingga dapat menurunkan resiko terkena pembekuan darah pada otak, yang merupakan manfaat vitamin B pada belut. Selain itu, manfaat vitamin A mencapai 1600 SI pada belut, yang berguna bagi pertumbuhan, kesehatan mata dan juga sistem reproduksi.

5. Arginin

Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan yang paling ditakuti, termasuk penyakit payudara. Penyakit ini begitu ditakuti oleh kebanyakan wanita. Arginin yang terkandung didalam belut memiliki fungsi yang penting yaitu melakukan penghambatan terhadap pertumbuhan sel kanker payudara. Dan bagi kita yang sangat sayang akan kesehatan jantung, maka sebaiknya mengkonsumsi belut, karena dengan mengkonsumsi belut dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung, dan juga penyempitan pembuluh darah.

Efek Samping Daging Belut

Dibalik manfaat daging belut tersebut, belut juga memiliki efek samping. Bagi anda yang mengidap kolesterol, sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi belut. Bukan tanpa alasan pelarangan terhadap penderita kolesterol, karena pada belut terdapat kandungan lemak yang tinggi.

Cara Pengolahan Daging Belut yang Sehat

Jika ingin mengkonsumsi belut namun takut akan asam lemak dan kolesterolnya yang tinggi, disarankan dapat mengkonsumsi belut dengan cara di panggang. Komposisi asam lemak dan kolesterol yang diolah dengan cara di panggang, memiliki resiko yang kecil dikarenakan proses pembakaran daging belut. Sehingga lemak yang terkandung pada belut akan mencair dan membuat berkurangnya kadar lemak tersebut.
Berbeda dengan pengolahan belut dengan cara di goreng, belut yang digoreng menggunakan minyak, justru membuat minyak yang ada pada belut bertambah. Karena kadar lemaknya yang tidak mencair secara sempurna di dalam belu.